Ahli Penelitian Komunikasi

Rentang Gaji: Rp6,5jt - Rp50jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

Melakukan penelitian tentang komunikasi manusia, menganalisis tren media, dan memberikan wawasan untuk strategi komunikasi organisasi.

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Peneliti Komunikasi Analis Media Direktur Komunikasi

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Negeri
logo
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Raden Fatah Palembang diresmikan pada tanggal 13 Nopember 1964 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan surat Keputusan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1964 tanggal 22 Oktober 1964. Asal– usul berdirinya IAIN Raden Fatah erat kaitannya dengan keberadaan lembaga – lembaga pendidikan tinggi agama Islam yang ada di Sumatera Selatan dengan IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta dan IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta. Cikal bakal IAIN awalnya digagas oleh tiga orang ulama, yaitu K.H.A. Rasyid sidik, K.H. Husin Abdul Mu’in dan K.H. Siddik Adim pada saat berlangsung muktamar Ulama se Indonesia di Palembang tahun 1957. Gagasan tersebut mendapat sambutan luas baik dari pemerintah maupun peserta muktamar. Pada hari terakhir muktamar , tanggal 11 September 1957 dilakukan peresmian pendirian Fakultas Hukum Islam dan pengetahuan Masyarakat yang diketuai oleh K.H. A. Gani Sindang Muchtar Effendi sebagai Sekretaris. Setahun kemudian dibentuk Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatra Selatan ( Akte Notaris No. 49 Tanggal 16 Juli 1958 ) yang pengurusnnya terdiri dari Pejabat Pemerintah , ulama dan tokoh- tokoh masyarakat. Pada tahun 1975 s.d tahun 1995 IAIN Raden Fatah memiliki 5 Fakultas, tiga Fakultas di Palembang, yaitu Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin; dan dua Fakultas di Bengkulu., yaitu Fakultas Ushuluddin di Curup dan Fakultas Syariah di Bengkulu. Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangan kelembagaan perguruan tinggi agama Islam, maka pada tanggal 30 juni 1997, yang masing- masing ke dua Fakultas di tingkatkan statusnya menjadi sekolah tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), yaitu STAIN Curup dan STAIN Bengkulu. Dalam perkembangan berikutnya IAIN Raden Fatah membuka dua Fakultas baru, yaitu Fakultas Adab dan Fakultas Dakwah berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama R.I Nomor 103 tahun 1998 tanggal 27 Februari 1998. Cikal bakal Fakultas Adab dimulai dari pembukaan dan penerimaan mahasiswa Program Studi ( Prodi ) Bahasa dan Sastra Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam pada tahun Akademik 1995/1996. Pendirian Program Pascasarjana pada tahun 2000 mengukuhkan IAIN Raden Fatah sebagai institusi pendidikan yang memiliki komitmen terhadap pencerahan masyarakat akademis yang selalu berkeinginan untuk terus menimba dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman multidisipliner. Akhirnya melalui perjuangan yang panjang dari seluruh sivitas akademika UIN dan tokoh masyarakat Sumsel, pada tahun 2014 melalui Perpres No. 129 Tahun 2014 tentang Perubahan IAIN Raden Fatah Palembang Menjadi UIN Raden Fatah Palembang menjadi sejarah tranformasi lembaga dari IAIN menjadi UIN. Perubahan ini tentunya menjadi kompas dan arah serta menjadi agenda strategis bagi pengembangan UIN Raden Fatah Palembang di masa-masa mendatang.
university
Swasta
logo
Universitas Garut
Universitas Garut berdiri pada tanggal 21 Desember 1998 yang disahkan melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor 173/D/O/1998. Berdirinya Universitas Garut dimulai pada saat Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kemasyarakatan (STIK) dengan 1 program studi yaitu Kesejahteraan Sosial. Berkat perjuangan yang cukup keras dari para pengelola perguruan tinggi tersebut, dan dengan meningkatnya pula kebutuhan akan pendidikan tinggi oleh masyarakat Garut, maka dilakukan penambahan program studi baru, yaitu Ilmu Administrasi dan Pekerja Sosial Medik. Pada tahun 1991 Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dengan program studi Manajemen dan Akuntansi. Selanjutnya Pada tahun 1996 didirikan program Pascasarajana dengan jurusan Ilmu Administrasi, konsentrasi Administrasi Negara. Kemudian pada tahun 1997, Yayasan Perguruan Tinggi Garut mendirikan Fakultas Agama Islam dengan program studi Kependidikan Islam, Pendidikan Agama Islam serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Garut sebagai Kabupaten yang sebagaian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, memberikan peluang untuk pendirian sebuah lembaga pendidikan tinggi pertanian. Pada tahun 1992, Yayasan Gilang Kencana yang juga mengelola pendidikan dasar menengah, mendirikan Sekolah Tinggi Pertanian Gilang Kencana Garut, yang mempunyai 2 program studi yaitu Budidaya Pertanian dan Studi Peternakan. Sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan akan pendidikan tinggi yang dirasakan oleh masyarakat Garut. Pada tahun 1996 berdiri pula dua buah perguruan tinggi dibawah pengelolaan Yayasan Prima Garut yaitu Sekolah Tinggi Farmasi dan Akademi Tekstil. Guna mewujudkan cita-cita masyarakat Garut akan berdirinya Universitas Garut, tiga Yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta tersebut di atas; Yayasan Perguruan Tinggi Garut, Yayasan Perguruan Prima dan Yayasan Gilang Kencana telah sepakat untuk bergabung dalam satu wadah yakni: Yayasan Universitas Garut (YUNGA) yang berdiri dengan akta notaris Yayah Kusnariah, SH Nomor 7 tanggal 15 Juli 1997. Yayasan ini berfungsi sebagai penyelenggara Universitas Garut. Perintis Prof. KH. Anwar Musaddad (Alm) Drs. H. Enas Mabarti (Alm) Drs. H. Shofwan Adnan (Alm) Drs. H. Rustandi Dr. H. Djodjo Sukardjo Pendiri Prof. KH. Cecep Syarifuddin (Alm) Prof. Drs. H. Aam Hamdani (Alm) R. E. Sulaeman Anggapradja (Alm)
university
Swasta
logo
Universitas Djuanda
Salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai wujud tanggung jawab kepada kemajuan Umat Islam, Letnan Jendral TNI Purn. H. Alamsjah Ratu Perwiranegara (alm) memprakarsai pendirian Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Indonesia dibantu oleh karib kerabatnya pada tanggal 3 Juni 1983 di atas tanah wakaf di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Berdasarkan keputusan Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Indonesia nomor: 083/PSPI/III/87, pada tanggal 21 Maret 1987 didirikan Universitas Djuanda.Nama Djuanda diabadikan menjadi nama Universitas sebagai penghormatan kepada seorang Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdarah sunda, Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja kelahiran Tasikmalaya tanggal 14 Januari 1911 yang banyak berkiprah di bidang pemerintahan di Republik Indonesia. Pada tanggal 8 Juni 2006, anggaran Dasar Yayasan dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan PSPI berubah menjadi Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia (YPSPIAI), sesuai dengan undang-undang yayasan nomor 16 tahun 2001 dan nomor 28 tahun 2004.Sampai saat ini Universitas Djuanda menyelenggarakan Program Sarjana (S1) dengan 7 fakultas dan 16 Progam Studi serta Program Magister (S2) Hukum, Magister (S2) Adiministrasi Publik dan Magister (S2) Teknologi Pangan. Seluruh Program Studi telah terakreditasi dan pembukaan Program Studi baru baik S1, S2 dan S3 terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kini telah dirintis pula Program Doktoral (S3) Hukum.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat